Icon

DISBUDPARPORA KOTA CIMAHI DORONG PELESTARIAN BUDAYA MELALUI PAWAI OGOH-OGOH

admin 14 April 2026

DISBUDPARPORA KOTA CIMAHI DORONG PELESTARIAN BUDAYA MELALUI PAWAI OGOH-OGOH

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi mendukung pelaksanaan pawai budaya dan ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diselenggarakan oleh umat Hindu di Kota Cimahi, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi, sekaligus sebagai wujud pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kota Cimahi yang beragam.

Pawai budaya tersebut dimulai dari kawasan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussen Arhanud), kemudian melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Cimahi, di antaranya Jalan Sriwijaya, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan Gedung Opat, sebelum kembali ke titik awal kegiatan.

Disbudparpora Kota Cimahi memandang kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai ekspresi budaya yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal yang tinggi. Pawai ogoh-ogoh menjadi salah satu daya tarik budaya yang mampu memperkaya khazanah kebudayaan daerah sekaligus memperkuat identitas Kota Cimahi sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Nyepi memiliki makna spiritual yang mendalam, khususnya dalam mengajarkan pengendalian diri dan keseimbangan hidup.

“Perayaan Hari Nyepi merupakan momen spiritual yang sangat penting bagi umat Hindu. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang sarat akan nilai seni dan kreativitas.

“Pawai ogoh-ogoh ini menjadi simbol bagaimana budaya dapat terus hidup dan berkembang melalui kreativitas masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan,” tambah Beliau.

Lebih lanjut, ogoh-ogoh dimaknai sebagai representasi unsur-unsur negatif dalam diri manusia yang perlu dinetralisir. Melalui prosesi ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan refleksi diri serta membangun kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat antusiasme dari masyarakat yang turut menyaksikan jalannya pawai. Berbagai penampilan ogoh-ogoh yang diiringi musik tradisional menghadirkan suasana yang meriah dan menarik perhatian warga di sepanjang rute yang dilalui.

Melalui kegiatan ini, Disbudparpora Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai antarumat beragama.

Kegiatan pawai ogoh-ogoh ini diharapkan dapat terus menjadi agenda budaya yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memperkaya keberagaman budaya di Kota Cimahi.

Bagikan: