Icon

Kebudayaan

DISBUDPARPORA KOTA CIMAHI SEMARAKKAN HARI TARI INTERNASIONAL 2026 MELALUI “BESTIEKU MENARI”

admin 18 May 2026

DISBUDPARPORA KOTA CIMAHI SEMARAKKAN HARI TARI INTERNASIONAL 2026 MELALUI “BESTIEKU MENARI”

CIMAHI – Dalam rangka memperingati Hari Tari Internasional Tahun 2026, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Bestieku Menari” di Amphiteater Open Space Gallery Gedung C Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus wadah apresiasi bagi pelaku tari di Kota Cimahi yang melibatkan sanggar seni, komunitas, pelajar, perangkat daerah, hingga berbagai elemen masyarakat. Melalui momentum ini, Disbudparpora Kota Cimahi mendorong penguatan ekosistem seni pertunjukan sebagai bagian dari pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.

Sejak kegiatan dimulai, suasana amphiteater dipenuhi antusiasme peserta dan penonton yang hadir untuk menyaksikan ragam pertunjukan tari dengan karakter dan konsep yang beragam. Penampilan para peserta menghadirkan perpaduan kreativitas, teknik, dan interpretasi gerak yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam seni pertunjukan.

Berbagai sanggar tari di Kota Cimahi turut menampilkan karya terbaiknya dengan pendekatan artistik yang beragam, mulai dari tari tradisional, kreasi kontemporer, hingga eksplorasi gerak teatrikal. Penampilan para peserta tidak hanya menonjolkan unsur hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan ekspresi, kekompakan, dan identitas budaya melalui bahasa gerak.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, menyampaikan apresiasi atas semangat seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Tari Internasional menjadi momentum penting untuk memperkuat ruang kreativitas sekaligus membangun apresiasi terhadap seni pertunjukan.

“Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para pelaku seni untuk berekspresi, berkolaborasi, dan menunjukkan kreativitasnya. Kami berharap seni tari terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Cimahi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, komunitas kreatif, organisasi, hingga para konten kreator muda yang turut membantu mengenalkan kegiatan melalui platform digital.

Mengangkat konsep “Bestieku Menari”, kegiatan ini mengedepankan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan saling mendukung antar peserta. Tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, acara ini juga menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai latar belakang melalui kecintaan terhadap seni tari.

Partisipasi perangkat daerah, komunitas, sanggar tari, hingga pelajar menunjukkan bahwa seni tari terus hidup dan berkembang di Kota Cimahi. Keterlibatan generasi muda juga menjadi sinyal positif terhadap regenerasi pelaku seni yang diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kreativitas di masa mendatang.

Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Internasional, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas ruang apresiasi seni, memperkuat identitas budaya daerah, serta membuka peluang berkembangnya sektor ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan di Kota Cimahi.

Melalui semangat kolaborasi yang terbangun, “Bestieku Menari” diharapkan dapat terus menjadi agenda yang menginspirasi lahirnya kreativitas baru serta memperkuat posisi Kota Cimahi sebagai ruang tumbuh bagi seni dan budaya yang inklusif dan dinamis.

Bagikan: