admin 22 July 2024
Seiring dibangunnya Cimahi
sebagai garnisun militer Hindia Belanda, dibangun pula fasilitas-fasilitas
penunjang lainnya, seperti rumah sakit militer, penjara militer, pabrik roti,
rumah-rumah dinas tentara yang tersebar di wilayah sekitar Jalan Baros, Jalan
Sriwijaya, Jalan Kalidam dan Jalan Gedung Empat. Dibangun pula fasilitas
hiburan, seperti Gedung Societeit Voor Officieren (Gedung Sudirman sekarang),
Gedung Societeit voor Onder Officieren (Gedung Mako Kodim 0609 Cimahi), dan
Gedung Cantine Militair (Gedung Siliwangi komplek Kodim sekarang). Bahkan
dibangun pula rumah-rumah hiburan berdasarkan agama yang dianut para tentara
KNIL, di antaranya yang menganut agama Katolik ada gedung pertemuan Katholiek
Militair Tehuis (sekarang Gedung Agustinus), dan Protestan Militair Tehuis
(Gedung Gereja Pasundan). Tempat-tempat itu digunakan sebagai tempat rekreasi,
seperti bermain kartu, main biliar, membaca dan kadang-kadang untuk merayakan
kepulangan dari penugasan, menyelesaikan pendidikan atau perayaan kenaikan
pangkat. Namun hiburan ini belum lengkap.
Seiring mulai diperkenalkannya
pemutaran film di Hindia Belanda dan menjadi usaha yang menguntungkan, gedung
bioskop mulai banyak dibangun. Di Cimahi untuk mengisi hiburan tontonan
khususnya untuk para tentara Hindia Belanda (KNIL) dibangun bioskop dengan nama
Bioskop Rio. Bioskop Rio ini merupakan bagian dari jaringan bioskop Elita
Concern yang dimiliki oleh F.F.A Busè berdasarkan pemberitaan di koran Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch Indie edisi 30 Januari 1937, F.F.A Busè
awalnya akan membangun sebuah Gedung bioskop di Alun-alun Cimahi yang
rencananya diberi nama Universal Theater. Namun karena kerja sama dengan pihak
Universal, perusahaan perfilman Amerika, itu batal, bioskop pun akhirnya diberi
nama Rio.
Pembangunan bioskop Rio ditandai
dengan peletakan batu pertama oleh anak F.F.A Busè, yaitu Yvonne Francois Busė,
pada 23 Oktober 1937. Bangunan bioskop ini berarsitektur art deco. Bioskop Rio
yang didirikan pada zaman Hindia Belanda itu menjadi tempat hiburan favorit
bagi orang Eropa, sipil maupun tentara Belanda. Berdasarkan pemberitaan koran-koran
lawas Belanda seperti De Preangerbode dan Batavia Nieuwsblad, bangunan bioskop
sempat mengalami kerusakan pasca awal perang kemerdekaan dan baru dioperasikan
kembali tahun 1947. Setidaknya sejak dekade tahun 1930-an, bioskop Rio mampu
bertahan hingga tahun 2000-an. Adapun film pertama yang diputar berjudul
"Pardon My Sarong" pada 23 Maret 1947. Lalu pada tanggal 31 Maret
1947 memutar film berjudul "Tall in the Saddle". Sejak itu Bioskop
Rio konsisten memutar film-film Hollywood antara lain film "Always in My
Heart" dan "Now Voyager". Tidak ketinggalan Rio pun memutar film
Indonesia "Tjitra" pada tahun 1951 dan Bakti pada 1955. Tahun 1970-an
sampai 1980-an, bioskop Rio dibanjiri film-film Mandarin khususnya kungfu.
Nama-nama aktor terkenal seperti Wang Yu, Bruce Lee, Chen Lung, dan Lie Lien
Cheh menghiasi poster film di depan dan lobi bioskop. Film nasional berkelas
seperti Sunan Kalijaga, Saur Sepuh juga diputar di sini. Selain poster, Rio pun
mengandalkan selebaran pamflet yang disebar melalui mobil berpelantang keliling
Cimahi untuk promosi. Tahun 1990-an, ketika booming film dewasa, Rio pun tak
ketinggalan. Film Gadis Metropolis, Setetes Noda Berdarah dan lain-lain dengan
poster besar terpasang vulgar.
Waktu itu hari-hari suram bioskop
yang dulu jadi kebanggaan warga Cimahi sudah dimulai Rio perlahan mulai surut
seiring zaman sampai akhirnya tutup permanen. Bangunannya sempat menganggur,
sekitar tahun 2008, bioskop direvitalisasi bagian fasad atas bangunan masih
bertahan namun fasad depan dan tembok samping hilang. Kini Rio berubah jadi
perniagaan telepon seluler. Ketika bioskop Rio masih beroperasi, perawatan yang
dilakukan masih standar, berupa pengecatan dan penambalan atap yang bocor.
-
Buka: 08:00
Tutup: 16:00
Harga: Rp.0,00
Alamat: Jl. Alun-Alun Tim., Cimahi, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40525
10 June 2025
04 June 2025
04 June 2025